---
title: "Penyakit musim hujan: leptospirosis, DBD, diare, dan influenza"
canonical: https://panduanwarga.org/panduan/penyakit-musim-hujan/
language: id-ID
category: "Darurat & lingkungan"
reviewed: 2026-10-14
modified: 2026-10-14
publisher: "Panduan Warga (independen; bukan situs pemerintah)"
reviewed-by: "Kaiser Khan (https://panduanwarga.org/tentang/kaiser-khan/)"
---

# Penyakit musim hujan: leptospirosis, DBD, diare, dan influenza

**Apa gejala dan tanda bahaya leptospirosis, DBD, diare, dan influenza saat musim hujan, dan kapan harus ke IGD?**

Saat musim hujan dan banjir, empat penyakit yang perlu diwaspadai adalah leptospirosis dari air kencing tikus di air banjir dan lumpur, demam berdarah dengue (DBD) dari nyamuk Aedes aegypti, diare dari air dan makanan yang tercemar, serta influenza dan infeksi saluran pernapasan. Segera ke fasilitas kesehatan bila demam setelah terkena air banjir, bila muncul tanda bahaya DBD seperti perdarahan hidung atau gusi, muntah terus-menerus, nyeri perut, atau tangan dingin (bahkan setelah demam turun), bila ada tanda dehidrasi, atau bila sesak napas. Pencegahannya: hindari genangan atau pakai sepatu karet, lakukan 3M Plus setiap minggu, cuci tangan pakai sabun, minum air yang dimasak sampai mendidih, dan terapkan etika batuk.

## Yang perlu disiapkan di rumah

- Termometer untuk memantau demam.
- Oralit untuk mengganti cairan dan elektrolit saat diare.
- Sepatu karet (boots) dan sarung tangan karet untuk membersihkan rumah setelah banjir.
- Sabun dan air bersih, serta air minum yang dimasak sampai mendidih.
- Losion antinyamuk dan kelambu.
- Kartu BPJS Kesehatan atau aplikasi Mobile JKN, serta alamat puskesmas dan IGD rumah sakit terdekat.

## Cara mencegah dan menangani penyakit musim hujan

1. **Lindungi diri dari air banjir dan lumpur.** Hindari berjalan di genangan atau air banjir. Bila terpaksa, termasuk saat membersihkan rumah, pakai sepatu karet, sarung tangan, dan pakaian yang menutupi kulit, dan jangan biarkan luka terendam. Setelahnya, bersihkan tubuh dengan sabun sebelum menyentuh wajah atau makanan. Jangan biarkan anak bermain di air banjir.
2. **Lakukan 3M Plus setiap minggu.** Menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air hujan. Plusnya antara lain memakai obat antinyamuk, memasang kawat kasa, memelihara ikan pemakan jentik, menaburkan larvasida pada tempat air yang sulit dikuras, dan memperbaiki talang yang tersumbat. Periksa jentik nyamuk seminggu sekali.
3. **Jaga kebersihan air dan makanan.** Cuci tangan dengan sabun setiap akan makan atau minum dan setelah buang air besar. Rebus air minum sampai mendidih, karena saat banjir sumur dangkal mudah tercemar. Simpan makanan dalam wadah tertutup dan jauhkan tumpukan sampah dari rumah.
4. **Cegah penularan batuk-pilek.** Cuci tangan dengan air dan sabun, tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, pakai masker saat sakit atau di keramaian, dan kurangi kontak dekat dengan orang lain saat sakit. Kemenkes menganjurkan imunisasi influenza setiap tahun untuk mengurangi risiko sakit berat.
5. **Rawat dan pantau gejala ringan di rumah.** Periksakan anggota keluarga yang demam tinggi (38°C atau lebih) ke fasilitas kesehatan. Saat diare, minum oralit sejak awal untuk mengganti cairan dan elektrolit. Untuk influenza ringan, cukup istirahat, banyak minum air putih, makan makanan bergizi, dan pantau kondisi secara berkala.
6. **Segera ke IGD bila muncul tanda bahaya.** Jangan menunggu. Segera ke IGD rumah sakit terdekat atau hubungi 119 bila ada sesak napas atau napas cepat, nyeri dada, kejang, sulit dibangunkan, bibir atau wajah kebiruan, tanda bahaya DBD, atau tanda dehidrasi berat. Ceritakan kepada petugas bila Anda terkena air banjir atau lumpur dalam dua minggu terakhir.

## Biaya pencegahan dan berobat

Langkah pencegahan dalam panduan ini hampir tidak memerlukan biaya. Layanan kegawatdaruratan medis 119 bebas biaya. Biaya pemeriksaan dan perawatan mengikuti status kepesertaan JKN (BPJS Kesehatan) Anda; cek statusnya di Mobile JKN.

Empat penyakit yang sering meningkat pada musim hujan, menurut Kemenkes (Surat Edaran Dirjen P2 tentang leptospirosis dan dengue, FAQ influenza 2 Oktober 2026, dan Ayo Sehat), diperiksa 14 Oktober 2026.

| Penyakit | Cara penularan | Gejala awal | Segera ke fasilitas kesehatan bila |
| --- | --- | --- | --- |
| Leptospirosis | Bakteri Leptospira dari air kencing hewan terinfeksi, terutama tikus, lewat air banjir, lumpur, tanah, atau makanan tercemar; masuk melalui luka atau selaput lendir. | Demam, sakit kepala, nyeri otot dan betis, lelah, mata merah; biasanya sekitar 10 hari setelah terpapar. | Demam, nyeri otot, sakit kepala, atau mata merah setelah terkena air banjir atau lumpur. |
| Demam berdarah dengue (DBD) | Gigitan nyamuk Aedes aegypti yang berkembang biak di air tergenang. | Demam tinggi (bisa sampai 40°C), sakit kepala berat, nyeri otot, sendi, dan belakang mata. | Perdarahan hidung atau gusi, muntah terus-menerus, nyeri perut, lesu atau gelisah, napas terengah-engah, sedikit kencing dalam 4–6 jam, pucat, banyak berkeringat, atau tangan dingin, meskipun demam sudah turun. |
| Diare | Air minum dan makanan tercemar, sanitasi buruk, dan tangan yang tidak dicuci. | Buang air besar cair lebih dari 3 kali dalam 24 jam, kram perut, mual atau muntah, demam. | Tanda dehidrasi (mulut dan bibir kering, mata cekung, sangat lemas atau sulit dibangunkan, sedikit atau tidak kencing), BAB berdarah, atau kondisi makin buruk. |
| Influenza (ISPA) | Percikan saat batuk, bersin, atau berbicara. | Demam, batuk dan pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot dan sakit kepala, sangat lelah. | Demam tinggi lebih dari 3 hari, sesak atau napas cepat (pada anak dada tertarik), nyeri dada, sangat lemas, kejang, sulit dibangunkan, sulit minum, bibir atau wajah kebiruan, atau sempat membaik lalu memburuk. |

Kemenkes menganjurkan imunisasi influenza tahunan dan meminta daerah mengedukasi masyarakat tentang imunisasi dengue mandiri. Tanyakan ketersediaan dan biayanya ke puskesmas, klinik, atau rumah sakit.

## Leptospirosis: waspadai demam setelah banjir

Leptospirosis disebabkan bakteri Leptospira dan ditularkan melalui air kencing hewan yang terinfeksi, terutama tikus. Penularan terjadi lewat air, lumpur, tanah, atau makanan yang tercemar, sehingga risikonya naik setelah banjir dan longsor. Bakteri masuk melalui luka terbuka, selaput lendir, atau saat minum air dan makan makanan yang tercemar.

Gejala awal mirip demam biasa: demam, sakit kepala, nyeri otot, nyeri betis, dan kelelahan, sekitar 10 hari setelah terpapar. Bila terlambat ditangani, leptospirosis dapat menyebabkan gangguan ginjal, hati, pernapasan, perdarahan, hingga kematian. Dalam Surat Edaran Dirjen Penanggulangan Penyakit Nomor PV.03.03/C/5559/2025, Kemenkes meminta fasilitas kesehatan mempertimbangkan leptospirosis pada demam akut dengan riwayat paparan dalam dua minggu terakhir.

Karena itu, bila Anda demam, nyeri otot, sakit kepala, atau matanya merah setelah terkena air banjir atau lumpur, segera periksa dan sebutkan riwayat paparan itu kepada petugas. Untuk informasi, Halo Kemenkes dapat dihubungi di 1500-567.

- [Kemenkes: siaga leptospirosis pascabencana (17 Desember 2025)](https://kemkes.go.id/id/kemenkes-siaga-penanggulangan-leptospirosis-pasca-bencana)
- [Ayo Sehat Kemenkes: hujan, tikus, dan leptospirosis](https://ayosehat.kemkes.go.id/hujan-tikus-dan-leptospirosis)

## Demam berdarah dengue (DBD) dan 3M Plus

DBD ditularkan nyamuk Aedes aegypti, yang berkembang biak di air tergenang seperti bak mandi, ember, kaleng dan ban bekas, serta talang. Gejala awalnya demam tinggi yang dapat mencapai 40°C, sakit kepala parah, serta nyeri otot, sendi, dan belakang mata.

Surat Edaran Dirjen Penanggulangan Penyakit Nomor HK.02.02/C/861/2026 (18 Februari 2026) meminta masyarakat segera ke fasilitas kesehatan bila ada tanda bahaya: perdarahan hidung atau gusi, muntah terus-menerus, nyeri perut, lesu atau gelisah, napas terengah-engah, sedikit kencing dalam 4–6 jam, pucat, banyak berkeringat, atau tangan dingin. Tanda bahaya biasanya muncul pada hari ke-3 sampai ke-7 demam, saat suhu tubuh turun, jadi demam yang turun bukan berarti pasien sudah aman.

Pencegahan utamanya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus sepanjang tahun: menguras, menutup, dan mendaur ulang, ditambah langkah Plus seperti obat antinyamuk, kelambu, kawat kasa, ikan pemakan jentik, dan larvasida. Kemenkes mendorong gerakan 1 Rumah 1 Jumantik, yaitu satu anggota keluarga yang memeriksa jentik di rumah seminggu sekali.

- [Kemenkes: SE HK.02.02/C/861/2026 kewaspadaan KLB dengue (JDIH Kemenkes)](https://jdih.kemkes.go.id/storage/documents/pdfs/2026sedirjenpp861.pdf)
- [Ayo Sehat Kemenkes: pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M Plus](https://ayosehat.kemkes.go.id/pemberantasan-sarang-nyamuk-dengan-3m-plus)

## Diare dan dehidrasi

Saat banjir, sumur dangkal mudah tercemar dan air bersih di pengungsian terbatas, sehingga diare cepat menular. Diare berarti buang air besar cair lebih dari 3 kali dalam 24 jam. Pencegahannya: cuci tangan pakai sabun sebelum makan dan setelah buang air besar, rebus air minum sampai mendidih, dan jaga kebersihan lingkungan.

Bahaya utama diare adalah dehidrasi, yaitu tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk; pada anak, dehidrasi bisa terjadi dengan cepat. Berikan oralit sejak awal: larutkan satu bungkus dalam 200 ml air matang dan jangan dicampur susu atau teh manis. Obat lain, termasuk antibiotik, hanya sesuai anjuran dokter.

Kenali tanda dehidrasi pada anak: mulut dan bibir kering, mata cekung, rewel atau sangat lemas, banyak tidur atau sulit dibangunkan, sedikit atau tidak kencing, dan kulit yang lambat kembali setelah dicubit. Bila tanda ini muncul, atau BAB berdarah, segera bawa ke fasilitas kesehatan.

- [Kemenkes: antisipasi penyakit menular saat banjir](https://kemkes.go.id/id/%20antisipasi-penyakit-menular-saat-banjir)
- [Ayo Sehat Kemenkes: dehidrasi pada anak](https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/kesehatan-lainnya/dehidrasi-pada-anak)
- [Kemenkes: penanganan awal pada diare](https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3623/penanganan-awal-pada-diare)

## Influenza dan infeksi saluran pernapasan

Influenza adalah infeksi saluran pernapasan akut akibat virus influenza, umumnya tipe A dan B di Indonesia, yang menyebar lewat percikan saat batuk, bersin, atau berbicara. Kemenkes memantau penyakit serupa influenza (influenza-like illness, ILI) di puskesmas; menurut FAQ Kemenkes 2 Oktober 2026, kasus influenza meningkat pada akhir September 2026 sesuai pola musiman, bukan lonjakan luar biasa.

Sebagian besar orang sembuh sendiri dalam sekitar satu minggu dengan istirahat, banyak minum air putih, dan makanan bergizi. Antibiotik tidak mengobati influenza karena penyebabnya virus; obat antivirus hanya diberikan dokter untuk kasus berat atau kelompok berisiko tinggi. Anak kecil, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit penyerta lebih mudah mengalami komplikasi seperti pneumonia.

- [Kemenkes: FAQ influenza, penanganan, dan pencegahan (2 Oktober 2026)](https://www.kemkes.go.id/id/faq-influenza-gejala-penanganan-pencegahan)

## Kapan ke puskesmas, kapan ke IGD

Periksakan ke puskesmas atau klinik bila ada demam tinggi (38°C atau lebih), demam setelah terkena air banjir atau lumpur, diare yang tidak membaik, atau batuk-pilek yang tidak kunjung reda. Sebutkan riwayat terkena banjir, lingkungan yang banyak nyamuk, atau kontak dengan orang sakit.

Segera ke IGD rumah sakit atau hubungi 119 bila ada sesak napas atau napas cepat, nyeri dada, kejang, sulit dibangunkan, bibir atau wajah kebiruan, tanda bahaya DBD, atau tanda dehidrasi berat. Layanan 119 adalah layanan kegawatdaruratan medis Kemenkes yang bebas biaya.

- [Kemenkes: layanan kegawatdaruratan medis 119](https://www.kemkes.go.id/id/layanan-119-terobosan-baru-layanan-kegawatdaruratan-medik-di-indonesia)

## Hal yang sering terlewat

- Menganggap demam setelah banjir sebagai demam biasa dan tidak menyebut riwayat terkena air banjir atau lumpur kepada petugas.
- Mengira pasien DBD sudah aman saat demamnya turun; tanda bahaya justru bisa muncul pada saat itu.
- Menunda oralit saat diare; oralit mengganti cairan dan elektrolit yang hilang.
- Meminta antibiotik untuk influenza; antibiotik tidak membunuh virus.
- Membiarkan ban, kaleng bekas, atau talang tersumbat menampung air hujan.
- Membersihkan lumpur banjir tanpa sepatu karet dan sarung tangan, apalagi saat ada luka.

## Pertanyaan yang sering diajukan

### Apa gejala leptospirosis?

Demam, sakit kepala, nyeri otot, nyeri betis, kelelahan, dan mata merah, biasanya sekitar 10 hari setelah terpapar air banjir atau lumpur yang tercemar air kencing tikus. Gejala awalnya mirip demam biasa, jadi segera periksa dan sebutkan riwayat paparan kepada petugas.

### Saya demam setelah membersihkan rumah dari banjir. Apa yang harus dilakukan?

Segera periksa ke fasilitas kesehatan dan ceritakan bahwa Anda terkena air banjir atau lumpur. Kemenkes meminta fasilitas kesehatan mempertimbangkan leptospirosis pada demam akut dengan riwayat paparan dalam dua minggu terakhir.

### Apa saja tanda bahaya DBD?

Perdarahan hidung atau gusi, muntah terus-menerus, nyeri perut, lesu atau gelisah, napas terengah-engah, sedikit kencing dalam 4–6 jam, pucat, banyak berkeringat, dan tangan dingin. Tanda ini bisa muncul meskipun demam sudah turun; segera ke fasilitas kesehatan.

### Apa itu 3M Plus?

3M Plus adalah cara memberantas sarang nyamuk DBD: menguras dan menutup tempat penampungan air, serta mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air. Plusnya antara lain obat antinyamuk, kelambu, kawat kasa, ikan pemakan jentik, larvasida, dan memperbaiki talang yang tersumbat.

### Bagaimana cara memberi oralit?

Larutkan satu bungkus oralit dalam 200 ml air matang, aduk sampai larut, dan jangan dicampur susu atau teh manis. Berikan sejak awal diare untuk mengganti cairan dan elektrolit; bila muncul tanda dehidrasi, segera ke fasilitas kesehatan.

### Apa tanda dehidrasi pada anak?

Mulut dan bibir kering, mata cekung, rewel atau sangat lemas, banyak tidur atau sulit dibangunkan, sedikit atau tidak kencing, dan kulit yang lambat kembali setelah dicubit. Anak dengan tanda ini perlu segera dibawa ke fasilitas kesehatan.

### Kapan penderita influenza harus ke dokter?

Segera bila demam tinggi tidak turun lebih dari 3 hari, sesak atau napas cepat (pada anak dada tertarik saat bernapas), nyeri dada, sangat lemas, kejang, sulit dibangunkan, sulit minum, bibir atau wajah kebiruan, atau sempat membaik lalu memburuk lagi.

### Apakah flu perlu antibiotik?

Tidak. Influenza disebabkan virus, sedangkan antibiotik hanya untuk bakteri; dokter memberikannya hanya bila ada infeksi bakteri tambahan. Untuk flu ringan, istirahat, banyak minum, dan makan makanan bergizi.

## Sumber resmi

1. [Kemenkes: siaga leptospirosis pascabencana, SE PV.03.03/C/5559/2025 (17 Desember 2025)](https://kemkes.go.id/id/kemenkes-siaga-penanggulangan-leptospirosis-pasca-bencana) (diakses 2026-10-14)
2. [Ayo Sehat Kemenkes: hujan, tikus, dan leptospirosis](https://ayosehat.kemkes.go.id/hujan-tikus-dan-leptospirosis) (diakses 2026-10-14)
3. [Kemenkes: musim hujan, waspadai leptospirosis dan penyakit lainnya](https://kemkes.go.id/id/musim-hujan-tiba-hati-hati-leptospirosis-dan-penyakit-lainnya) (diakses 2026-10-14)
4. [Kemenkes: antisipasi penyakit menular saat banjir](https://kemkes.go.id/id/%20antisipasi-penyakit-menular-saat-banjir) (diakses 2026-10-14)
5. [Kemenkes: SE Dirjen P2 HK.02.02/C/861/2026 tentang kewaspadaan KLB dengue (18 Februari 2026)](https://jdih.kemkes.go.id/storage/documents/pdfs/2026sedirjenpp861.pdf) (diakses 2026-10-14)
6. [Ayo Sehat Kemenkes: PSN 3M Plus](https://ayosehat.kemkes.go.id/pemberantasan-sarang-nyamuk-dengan-3m-plus) (diakses 2026-10-14)
7. [Ayo Sehat Kemenkes: diare pada anak](https://ayosehat.kemkes.go.id/hal-hal-yang-harus-diketahui-para-orang-tua-seputar-diare-pada-anak) (diakses 2026-10-14)
8. [Ayo Sehat Kemenkes: dehidrasi pada anak](https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/kesehatan-lainnya/dehidrasi-pada-anak) (diakses 2026-10-14)
9. [Kemenkes Ditjen Kesehatan Lanjutan: penanganan awal pada diare](https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3623/penanganan-awal-pada-diare) (diakses 2026-10-14)
10. [Kemenkes: FAQ influenza (2 Oktober 2026)](https://www.kemkes.go.id/id/faq-influenza-gejala-penanganan-pencegahan) (diakses 2026-10-14)
11. [Kemenkes: layanan kegawatdaruratan medis 119](https://www.kemkes.go.id/id/layanan-119-terobosan-baru-layanan-kegawatdaruratan-medik-di-indonesia) (diakses 2026-10-14)

## Panduan terkait

- [Mobile JKN: cek kepesertaan BPJS Kesehatan dan ambil antrean](https://panduanwarga.org/panduan/mobile-jkn/)
- [Siaga bencana: banjir, longsor, gempa, gunung api, dan tsunami](https://panduanwarga.org/panduan/siaga-bencana/)
- [BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan: manfaat, iuran, cara daftar](https://panduanwarga.org/panduan/jaminan-sosial-indonesia/)

---

Sumber: Panduan Warga, https://panduanwarga.org/panduan/penyakit-musim-hujan/ (diperiksa 2026-10-14). Informasi umum, bukan nasihat hukum atau keuangan; ketentuan instansi terbaru berlaku.
