Kesehatan & perlindungan
Cek Kesehatan Gratis (CKG): siapa bisa ikut, cara daftar di SATUSEHAT Mobile, dan tindak lanjut hasil
CKG 2026 bisa diikuti kapan saja sekali setahun tanpa harus peserta BPJS. Cara daftar di SATUSEHAT Mobile atau WhatsApp, isi pemeriksaan, dan tindak lanjutnya.
JAWABAN SINGKAT
Siapa yang bisa ikut Cek Kesehatan Gratis 2026, bagaimana cara daftarnya, dan apa yang terjadi setelah hasil keluar?
Cek Kesehatan Gratis (CKG) adalah pemeriksaan kesehatan tanpa biaya dari Kementerian Kesehatan untuk semua kelompok usia, dari bayi baru lahir sampai lansia, dan diberikan kepada peserta maupun bukan peserta JKN (BPJS Kesehatan). Sejak Kepmenkes HK.01.07/MENKES/84/2026 berlaku pada 9 Februari 2026, CKG tidak lagi menunggu hari ulang tahun: Anda bisa memilih jadwal kapan saja, paling banyak sekali setahun, dengan mendaftar di aplikasi SATUSEHAT Mobile, WhatsApp resmi Kemenkes 0811-1050-0567, atau datang langsung ke puskesmas membawa KTP, KIA, atau KK. Anak usia 7–17 tahun diperiksa di sekolah melalui CKG Sekolah.
Lihat 13 rujukan resmi ↓Buka pusat bantuan CKG SATUSEHAT ↗satusehat.kemkes.go.id
Daftar isi panduan
Yang perlu disiapkan
- Ponsel dengan aplikasi SATUSEHAT Mobile, atau WhatsApp untuk menghubungi nomor resmi Kemenkes 0811-1050-0567.
- KTP, Kartu Identitas Anak (KIA), atau Kartu Keluarga.
- Buku Kesehatan Ibu dan Anak untuk balita dan anak prasekolah, serta Buku Kesehatan Lanjut Usia bila punya.
- Nomor WhatsApp aktif untuk menerima tiket dan rapor hasil pemeriksaan.
- Catatan obat yang sedang diminum dan riwayat penyakit, untuk mengisi kuesioner skrining mandiri.
- Bagi yang berusia 40 tahun ke atas: rencana puasa 8–10 jam sebelum pemeriksaan, hanya boleh minum air putih.
Cara daftar Cek Kesehatan Gratis
Unduh dan masuk ke SATUSEHAT Mobile
Pasang aplikasi SATUSEHAT Mobile dari toko aplikasi resmi dan masuk dengan akun Anda. Kemenkes meminta masyarakat memiliki akun SATUSEHAT Mobile karena aplikasi ini dipakai untuk pengingat, jadwal kunjungan, hasil pemeriksaan, dan edukasi kesehatan.
Daftar dan pilih jadwal
Pilih menu ‘Fitur’, lalu ‘Pendaftaran’. Tekan ‘Lengkapi Identitas’, isi data diri, dan simpan. Pilih jadwal, isi nomor WhatsApp aktif, pilih puskesmas tujuan, periksa kembali datanya, centang persetujuan, lalu simpan. Tiket pemeriksaan akan terbit.
Isi skrining mandiri
Tekan ‘Isi Skrining’ di bawah tiket dan jawab pertanyaan tentang kondisi kesehatan Anda sampai selesai, sebelum hari pemeriksaan. Petugas memakai jawaban Anda untuk mengkaji riwayat kesehatan dan menentukan pemeriksaan lanjutan bagi yang berisiko.
Daftarkan anggota keluarga bila perlu
Balita, anak prasekolah, lansia, penyandang disabilitas, atau siapa pun yang tidak bisa mendaftar sendiri dapat didaftarkan orang tua, wali, atau keluarga, misalnya melalui profil tertaut di SATUSEHAT Mobile. Jadwal dan lokasi yang sudah dipilih dapat diubah lewat menu tiket dengan tombol ‘Ubah’.
Datang sesuai jadwal
Bawa KTP, KIA, atau KK, buku KIA untuk balita, Buku Kesehatan Lanjut Usia bila ada, dan tiket di aplikasi atau WhatsApp. Peserta berusia 40 tahun ke atas disarankan berpuasa 8–10 jam sebelumnya, dan lansia disarankan datang dengan pendamping.
Baca hasil dan ikuti tindak lanjut
Tenaga kesehatan menjelaskan hasil, pengobatan yang diperlukan, perubahan gaya hidup, dan kapan Anda perlu kembali. Seluruh hasil dikirim melalui WhatsApp dan dapat dilihat di SATUSEHAT Mobile pada fitur Rapor Kesehatan.
Biaya Cek Kesehatan Gratis dan tindak lanjutnya
Gratis. Menurut Kepmenkes HK.01.07/MENKES/84/2026, CKG diberikan kepada seluruh penduduk Indonesia sesuai kelompok sasaran, baik peserta maupun bukan peserta JKN, dan dibiayai APBN, APBD, atau sumber lain yang sah. Untuk penanganan cepat di komunitas, Kemenkes menyebut obat hipertensi, diabetes, dan kolesterol dapat diberikan gratis hingga 15 hari pertama sesuai indikasi medis, sebelum pengobatan dilanjutkan melalui JKN.
| Kelompok | Contoh pemeriksaan | Tempat dan waktu |
|---|---|---|
| Bayi baru lahir (usia 2 hari) | Kekurangan hormon tiroid dan hormon adrenal sejak lahir, kekurangan enzim G6PD, penyakit jantung bawaan kritis, bayi kuning, berat lahir, status imunisasi hepatitis B (HB0) | Fasilitas kesehatan tempat persalinan; didaftarkan petugas kesehatan |
| Balita dan anak prasekolah (1–6 tahun) | Pertumbuhan, perkembangan, tuberkulosis, telinga, mata, gigi, gula darah (mulai usia 2 tahun), anemia dan talasemia (usia 2 tahun), kusta, skabies, frambusia, status imunisasi | Puskesmas atau FKTP lain, sekali setahun, jadwal dipilih sendiri |
| Anak usia sekolah dan remaja (7–17 tahun) | Antara lain telinga, mata, gigi, kesehatan jiwa, gizi, tekanan darah, tuberkulosis, dan diabetes; anemia dan talasemia untuk SMP dan SMA | Di sekolah (CKG Sekolah), sesuai jadwal kunjungan puskesmas |
| Dewasa (18–59 tahun) | Tekanan darah, gula darah, status gizi, merokok, aktivitas fisik, gigi, mata, telinga, kesehatan jiwa, tuberkulosis, hepatitis B dan C; kanker payudara dan leher rahim (perempuan mulai 30 tahun), kanker paru dan usus (mulai 45 tahun); jantung, ginjal, dan risiko stroke mulai 40 tahun bagi penyandang hipertensi atau diabetes | Puskesmas atau FKTP lain, tempat kerja, Posyandu, atau kampus; sekali setahun |
| Lanjut usia (60 tahun ke atas) | Semua pemeriksaan dewasa kecuali skrining calon pengantin, ditambah pemeriksaan geriatri | Puskesmas atau FKTP lain, atau Posyandu; sekali setahun |
Ada perbedaan antarsumber resmi: FAQ SATUSEHAT Mobile yang terakhir diperbarui Agustus 2025 meminta BPJS Kesehatan aktif minimal 1 bulan sebelum cek kesehatan, sedangkan Kepmenkes 84/2026 yang lebih baru menyatakan CKG diberikan kepada peserta maupun bukan peserta JKN. Kami mengikuti Kepmenkes. Kepmenkes yang sama tetap meminta warga yang belum menjadi peserta JKN atau kepesertaannya tidak aktif untuk mendaftar atau mengaktifkannya, agar masalah kesehatan yang ditemukan dapat ditangani.
Siapa yang bisa ikut dan aturan 2026
CKG dimulai pada 10 Februari 2025. Sejak 9 Februari 2026, pelaksanaannya diatur Kepmenkes HK.01.07/MENKES/84/2026 tentang Petunjuk Teknis Cek Kesehatan Gratis, yang mencabut Kepmenkes HK.01.07/Menkes/33/2025 tentang Pemeriksaan Kesehatan Gratis Hari Ulang Tahun. Sasarannya bayi baru lahir (usia 2 hari), balita dan anak prasekolah (1–6 tahun), anak usia sekolah dan remaja (7–17 tahun), dewasa (18–59 tahun), dan lansia (60 tahun ke atas).
Untuk balita, anak prasekolah, dewasa, dan lansia, CKG dilaksanakan setahun sekali dengan jadwal yang dapat ditentukan peserta. Pusat bantuan SATUSEHAT Mobile, yang diperbarui Mei 2026, menegaskan CKG dapat dilakukan kapan saja tanpa menunggu tanggal ulang tahun, paling banyak 1 kali dalam setahun. Tidak perlu surat rujukan, dan warga yang tinggal tidak sesuai alamat KTP dapat memilih puskesmas terdekat.
Ibu hamil dan bayi usia 1–11 bulan tidak memakai jalur ini; mereka mendapat cek kesehatan sesuai jadwal dan standar pelayanan ibu hamil dan bayi. Pada 2026, Kemenkes menargetkan CKG menjangkau 130 juta penduduk; hingga 31 Juli 2026 tercatat 73,8 juta peserta.
Cara mendaftar: aplikasi, WhatsApp, atau datang langsung
Jalur utama adalah aplikasi SATUSEHAT Mobile. Bila kesulitan, hubungi WhatsApp resmi Kemenkes 0811-1050-0567, pilih Cek Kesehatan Gratis, lalu pilih 1 bila sudah punya tiket (untuk mengisi skrining mandiri) atau 2 bila belum punya tiket (untuk mendaftar). Kepmenkes 84/2026 mencantumkan nomor WhatsApp chatbot yang berbeda; kami memakai nomor di pusat bantuan SATUSEHAT Mobile yang diperbarui Juli 2026.
Anda juga dapat datang langsung ke puskesmas dengan membawa KTP atau KK. Di puskesmas, isi formulir di ayockg.kemkes.go.id atau pindai kode QR pada poster Panduan CKG: pilih “Daftar dengan Data Diri” bila belum pernah mendaftar, atau “Lanjutkan dengan No. Tiket” bila sudah punya tiket. Bila tidak punya ponsel, petugas akan memasukkan data Anda; bila tidak punya kartu identitas, petugas memakai NIK wali atau pendamping.
Kemenkes hanya mengirim pesan CKG dari WhatsApp resmi 0811-1050-0567. Bila Anda menerima rapor CKG padahal tidak pernah mendaftar, ikuti petunjuk dalam pesan itu untuk menghubungi puskesmas yang tercantum, atau tulis ke helpdesk@kemkes.go.id. Jangan mendaftar lewat tautan atau nomor lain yang beredar di media sosial.
CKG di sekolah, tempat kerja, dan komunitas
CKG Sekolah ditujukan bagi seluruh siswa SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK atau sederajat, termasuk SLB, pesantren, dan Sekolah Rakyat, dan dilaksanakan di sekolah. Orang tua atau wali mendaftarkan anak melalui profil tertaut di SATUSEHAT Mobile dengan memilih sekolah dan kelasnya; tanggal tidak bisa dipilih karena pemeriksaan mengikuti jadwal kunjungan puskesmas. Anak yang tidak bersekolah atau belum punya NISN didaftarkan sebagai peserta CKG Umum.
Bagi pekerja formal, CKG dapat dilaksanakan di fasilitas kesehatan tempat kerja; bagi pekerja informal, di Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) atau tempat lain yang disepakati dengan puskesmas. CKG juga dapat diadakan di Posyandu, komunitas, dan perguruan tinggi.
Kepmenkes 84/2026 juga menyatakan setiap orang yang datang ke puskesmas dan jejaringnya untuk layanan apa pun diberikan paket CKG, begitu pula pemohon surat keterangan sehat. Skrining penyakit tidak menular, lansia, dan kesehatan jiwa yang dulu terpisah kini dijalankan sebagai CKG lengkap, dan pemeriksaan HIV, sifilis, hepatitis B, dan anemia bagi calon pengantin disediakan dalam CKG.
Hasil dan tindak lanjut
Tindak lanjut mengikuti hasil. Bila normal tanpa faktor risiko, Anda diminta mengulang CKG tahun depan. Bila ada faktor risiko seperti berat badan berlebih atau kurang, merokok, atau kurang gerak, Anda mendapat edukasi dan konseling. Kondisi pra-penyakit seperti prehipertensi, prediabetes, dan obesitas ditangani sesuai standar agar tidak menjadi penyakit.
Bila ditemukan penyakit, puskesmas atau FKTP memberi pengobatan sesuai kompetensinya, atau merujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut sesuai ketentuan. Menurut Kemenkes, obat hipertensi, diabetes, dan kolesterol dapat diberikan gratis hingga 15 hari pertama sesuai indikasi medis, lalu dilanjutkan melalui JKN. Karena itu, pastikan kepesertaan JKN Anda aktif; statusnya dapat dicek di Mobile JKN.
Bila CKG dilakukan di luar fasilitas kesehatan dan pemeriksaannya belum lengkap, peserta diminta melengkapinya di fasilitas kesehatan dalam 30 hari. Untuk kendala pendaftaran atau hasil, buka pusat bantuan SATUSEHAT atau hubungi Halo Kemenkes 1500-567 dan helpdesk@kemkes.go.id.
Hal yang sering terlewat
- Menunggu hari ulang tahun untuk mendaftar; aturan CKG berbasis ulang tahun sudah dicabut sejak 9 Februari 2026.
- Tidak ikut CKG karena mengira harus peserta BPJS Kesehatan aktif; CKG diberikan kepada peserta maupun bukan peserta JKN.
- Mendaftar lewat tautan atau nomor WhatsApp yang beredar di media sosial; nomor WhatsApp resmi Kemenkes adalah 0811-1050-0567.
- Datang tanpa mengisi skrining mandiri, atau tanpa berpuasa bila berusia 40 tahun ke atas.
- Mengabaikan hasil pra-penyakit seperti prehipertensi atau prediabetes karena merasa sehat.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah Cek Kesehatan Gratis harus menunggu ulang tahun?
Tidak. Sejak Kepmenkes HK.01.07/MENKES/84/2026 berlaku pada 9 Februari 2026, CKG dapat dilakukan kapan saja dengan jadwal yang Anda pilih, paling banyak sekali setahun. Aturan lama tentang pemeriksaan pada hari ulang tahun sudah dicabut.
Apakah harus punya BPJS Kesehatan untuk ikut CKG?
Tidak. Kepmenkes 84/2026 menyatakan CKG diberikan kepada peserta maupun bukan peserta JKN. Namun, Kemenkes meminta warga mendaftar atau mengaktifkan JKN agar pengobatan dan rujukan atas masalah yang ditemukan dapat ditanggung.
Bagaimana cara daftar CKG lewat WhatsApp?
Kirim pesan ke WhatsApp resmi Kemenkes 0811-1050-0567, pilih Cek Kesehatan Gratis, lalu pilih 2 bila belum punya tiket dan ikuti tahapannya. Bila sudah punya tiket, pilih 1 untuk mengisi skrining mandiri sebelum jadwal pemeriksaan.
Bisakah saya mendaftarkan anak atau orang tua saya?
Bisa. Balita, anak prasekolah, lansia, penyandang disabilitas, dan siapa pun yang tidak bisa mendaftar sendiri dapat didaftarkan orang tua, wali, atau keluarga, misalnya melalui profil tertaut di SATUSEHAT Mobile.
Apa saja yang diperiksa dalam CKG?
Tergantung usia, jenis kelamin, dan faktor risiko. Dewasa, misalnya, diperiksa tekanan darah, gula darah, status gizi, gigi, mata, telinga, kesehatan jiwa, tuberkulosis, serta hepatitis B dan C; perempuan mulai 30 tahun mendapat skrining kanker payudara dan leher rahim, dan mulai 45 tahun ada skrining kanker paru dan usus.
Apakah perlu puasa sebelum CKG?
Ya, bila Anda berusia 40 tahun ke atas. Kemenkes menyarankan berpuasa 8–10 jam sebelum pemeriksaan dengan tidak makan dan minum apa pun selain air putih; setelah pemeriksaan laboratorium, Anda boleh makan dan minum lagi.
Bagaimana CKG untuk anak sekolah?
Siswa SD sampai SMA atau sederajat, termasuk SLB, pesantren, dan Sekolah Rakyat, diperiksa di sekolah melalui CKG Sekolah sesuai jadwal kunjungan puskesmas. Orang tua mendaftarkan anak melalui profil tertaut di SATUSEHAT Mobile; anak yang tidak bersekolah atau tanpa NISN didaftarkan sebagai peserta CKG Umum.
Bagaimana jika hasil CKG menunjukkan penyakit?
Puskesmas akan mengobati sesuai kompetensinya atau merujuk ke rumah sakit sesuai ketentuan. Menurut Kemenkes, obat hipertensi, diabetes, dan kolesterol dapat diberikan gratis hingga 15 hari pertama sesuai indikasi medis, lalu pengobatan dilanjutkan melalui JKN.
Sumber dan pemeriksaan
Panduan disusun berdasarkan sumber berikut. Pemeriksaan isi panduan: . Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan editorial terhadap informasi publik, bukan peninjauan oleh petugas instansi atau penasihat profesional. Ditinjau oleh Kaiser Khan, penerbit Panduan Warga.
- Kepmenkes HK.01.07/MENKES/84/2026 tentang Petunjuk Teknis Cek Kesehatan Gratis (9 Februari 2026) kesprimkom.kemkes.go.id · Diakses 14 Oktober 2026
- SATUSEHAT Mobile: cara mendaftar CKG Umum (diperbarui 10 Juli 2026) satusehat.kemkes.go.id · Diakses 14 Oktober 2026
- SATUSEHAT Mobile: CKG kapan saja tanpa menunggu ulang tahun (diperbarui 21 Mei 2026) satusehat.kemkes.go.id · Diakses 14 Oktober 2026
- SATUSEHAT Mobile: CKG tidak memerlukan rujukan (diperbarui 21 Mei 2026) satusehat.kemkes.go.id · Diakses 14 Oktober 2026
- SATUSEHAT Mobile: mengubah jadwal atau lokasi CKG (diperbarui 2 Juli 2026) satusehat.kemkes.go.id · Diakses 14 Oktober 2026
- SATUSEHAT Mobile: kanal pengaduan CKG (diperbarui 22 September 2026) satusehat.kemkes.go.id · Diakses 14 Oktober 2026
- SATUSEHAT Mobile: pesan WhatsApp resmi Kemenkes tanpa pernah mendaftar (diperbarui 20 Juli 2026) satusehat.kemkes.go.id · Diakses 14 Oktober 2026
- SATUSEHAT Mobile: siapa yang mendapat CKG Sekolah satusehat.kemkes.go.id · Diakses 14 Oktober 2026
- SATUSEHAT Mobile: cara mendaftar CKG Sekolah (diperbarui 28 Juli 2026) satusehat.kemkes.go.id · Diakses 14 Oktober 2026
- SATUSEHAT Mobile: anak tidak bersekolah atau tanpa NISN satusehat.kemkes.go.id · Diakses 14 Oktober 2026
- SATUSEHAT: pusat bantuan Cek Kesehatan Gratis satusehat.kemkes.go.id · Diakses 14 Oktober 2026
- Kemenkes: tindak lanjut CKG usai tembus 73,8 juta peserta (4 Agustus 2026) www.kemkes.go.id · Diakses 14 Oktober 2026
- Kemenkes: formulir pendaftaran CKG di puskesmas ayockg.kemkes.go.id · Diakses 14 Oktober 2026
Ketentuan instansi terbaru berlaku bila ada perbedaan. Metode editorial · Laporkan koreksi · Versi Markdown