Siaga bencana: banjir, longsor, gempa, gunung api, dan tsunami
Cara bersiap menghadapi banjir, longsor, gempa, letusan gunung api, dan tsunami: arti status gunung api, peringatan BMKG, InaRISK, dan tas siaga.
PANDUAN SESUAI KEBUTUHAN
Siaga banjir, longsor, gempa, dan gunung api, bantuan setelah bencana, kabut asap, serta penyakit musim hujan.
Cara bersiap menghadapi banjir, longsor, gempa, letusan gunung api, dan tsunami: arti status gunung api, peringatan BMKG, InaRISK, dan tas siaga.
Langkah setelah bencana: mengganti KTP-el, KK, dan akta yang hilang atau rusak, mengurus BPJS, bank, dan asuransi, bantuan pemerintah, dan cara mengadu.
Arti angka ISPU dari Baik sampai Berbahaya, siapa yang paling rentan, masker yang dianjurkan, udara di rumah, berkendara saat asap, dan cek titik panas.
Gejala, tanda bahaya, dan pencegahan leptospirosis, demam berdarah (DBD), diare, dan influenza saat musim hujan dan banjir, serta kapan ke puskesmas atau IGD.
Beda kelelahan panas dan heat stroke, pertolongan pertama, kapan ke IGD atau 119, siapa paling berisiko, aturan K3 bagi pekerja, dan info cuaca BMKG.
Cara melapor kesulitan air ke desa, BPBD, atau Jakarta Siaga 112, minta tangki PAM Jaya, merebus dan menyimpan air minum, mencegah diare, dan mengadu ke PDAM.
Cara melaporkan api dan asap karhutla, arti titik panas di SiPongi+, larangan membuka lahan dengan membakar, sanksi terbaru menurut UU 1/2026, dan hadapi asap.
Bersiap menghadapi bencana dimulai dari tiga hal: cek risiko lokasi Anda di InaRISK BNPB, pantau peringatan dini BMKG dan status gunung api di MAGMA Indonesia, lalu siapkan tas siaga bencana serta rencana keluarga. Status gunung api punya empat tingkat, yaitu Level I Normal, Level II Waspada, Level III Siaga, dan Level IV Awas; pada setiap tingkat, patuhi radius larangan dalam rekomendasi PVMBG dan arahan BPBD. Bila guncangan gempa kuat terasa di pantai, jangan menunggu sirene: segera menjauh dari pantai ke tempat tinggi. Baca panduan lengkap.
Dokumen kependudukan yang hilang atau rusak karena bencana diganti tanpa biaya oleh Dinas Dukcapil, yang dapat membuka posko pelayanan di lokasi bencana atau tempat pengungsian; bila data Anda belum ada di database, Dukcapil memberi Surat Keterangan Pengganti Tanda Identitas (SKPTI) sebagai identitas sementara. Bantuan pemerintah, seperti logistik dari dana siap pakai BNPB, santunan Kemensos, dan dana stimulan perbaikan rumah, diberikan berdasarkan pendataan resmi, jadi pastikan Anda dan keluarga terdata di posko, RT/RW, atau desa/kelurahan. Jika bantuan lambat atau tidak sampai, tanyakan dulu ke posko atau BPBD, lalu adukan lewat SP4N-LAPOR! atau Ombudsman. Baca panduan lengkap.
ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara) adalah angka tanpa satuan yang menunjukkan mutu udara: 0–50 Baik, 51–100 Sedang, 101–200 Tidak Sehat, 201–300 Sangat Tidak Sehat, dan 301 ke atas Berbahaya. Saat ISPU di atas 100, kurangi aktivitas di luar ruangan; di atas 200, sebisa mungkin tetap di dalam ruangan, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma, penyakit paru, atau penyakit jantung. Bila harus keluar, pakai masker respirator seperti N95 atau KN95 yang menutup hidung dan mulut dengan rapat, dan cek angka resmi di portal ISPU Kementerian Lingkungan Hidup. Baca panduan lengkap.
Saat musim hujan dan banjir, empat penyakit yang perlu diwaspadai adalah leptospirosis dari air kencing tikus di air banjir dan lumpur, demam berdarah dengue (DBD) dari nyamuk Aedes aegypti, diare dari air dan makanan yang tercemar, serta influenza dan infeksi saluran pernapasan. Segera ke fasilitas kesehatan bila demam setelah terkena air banjir, bila muncul tanda bahaya DBD seperti perdarahan hidung atau gusi, muntah terus-menerus, nyeri perut, atau tangan dingin (bahkan setelah demam turun), bila ada tanda dehidrasi, atau bila sesak napas. Pencegahannya: hindari genangan atau pakai sepatu karet, lakukan 3M Plus setiap minggu, cuci tangan pakai sabun, minum air yang dimasak sampai mendidih, dan terapkan etika batuk. Baca panduan lengkap.
Heat stroke (sengatan panas) adalah keadaan gawat darurat: suhu tubuh naik sangat tinggi, keringat bisa berhenti, dan orang menjadi bingung, kejang, atau pingsan. Hubungi 119 atau bawa ke IGD, sambil memindahkan orang itu ke tempat teduh dan mendinginkan tubuhnya dengan kain basah, kompres dingin, atau kipas. Kelelahan panas (heat exhaustion) lebih ringan, dengan sakit kepala, keringat berlebih, kulit pucat dan lembap, serta mual; tangani dengan istirahat di tempat sejuk, minum, dan mendinginkan tubuh, lalu periksakan ke fasilitas kesehatan bila gejala tidak hilang. Baca panduan lengkap.
Bila sumur atau sumber air di lingkungan Anda mengering, laporkan segera ke pemerintah desa/kelurahan atau BPBD kabupaten/kota; BNPB meminta warga melapor sejak kesulitan air mulai terasa agar bantuan air bersih, biasanya dengan truk tangki, tersalur tepat sasaran. Di Jakarta, BPBD mengarahkan warga ke Jakarta Siaga 112 saat darurat, sedangkan pelanggan PAM Jaya yang airnya terganggu dapat meminta tangki air melalui call center 1500 223. Simpan air dalam wadah bersih yang tertutup dan rebus air minum sampai mendidih, karena air yang tercemar dapat menularkan diare, kolera, disentri, dan tifus. Baca panduan lengkap.
Laporkan asap atau api sekecil apa pun kepada BPBD atau dinas pemadam kebakaran setempat, sesuai imbauan BNPB; untuk api yang mendekati rumah, hubungi 113 atau 112. Membuka lahan dengan cara membakar dilarang UU 32/2009 dan, bagi pekebun serta perusahaan perkebunan, UU 39/2014; sejak 2 Januari 2026 ancamannya paling lama 10 tahun penjara dan/atau denda paling banyak kategori VI (Rp2.000.000.000) menurut UU 1/2026. Titik panas di peta satelit belum tentu kebakaran, dan untuk melindungi keluarga dari asap, pantau ISPU serta pakai masker respirator saat harus keluar rumah. Baca panduan lengkap.
Periksa kecocokan nama dan data pada dokumen Anda. Gunakan sumber resmi di setiap panduan untuk memastikan ketentuan yang berlaku pada kondisi dan daerah Anda.
Temukan layanan resmi ↗