Darurat & lingkungan
Siaga bencana: banjir, longsor, gempa, gunung api, dan tsunami
Cara bersiap menghadapi banjir, longsor, gempa, letusan gunung api, dan tsunami: arti status gunung api, peringatan BMKG, InaRISK, dan tas siaga.
JAWABAN SINGKAT
Bagaimana bersiap menghadapi banjir, longsor, gempa, letusan gunung api, dan tsunami, dan apa arti status gunung api?
Bersiap menghadapi bencana dimulai dari tiga hal: cek risiko lokasi Anda di InaRISK BNPB, pantau peringatan dini BMKG dan status gunung api di MAGMA Indonesia, lalu siapkan tas siaga bencana serta rencana keluarga. Status gunung api punya empat tingkat, yaitu Level I Normal, Level II Waspada, Level III Siaga, dan Level IV Awas; pada setiap tingkat, patuhi radius larangan dalam rekomendasi PVMBG dan arahan BPBD. Bila guncangan gempa kuat terasa di pantai, jangan menunggu sirene: segera menjauh dari pantai ke tempat tinggi.
Lihat 15 rujukan resmi ↓Cek risiko bencana di InaRISK BNPB ↗inarisk.bnpb.go.id
Daftar isi panduan
Isi tas siaga bencana
- Tas tahan air (tas siaga bencana) yang mudah dibawa lari.
- Dokumen penting dalam map plastik kedap air, misalnya KTP-el, KK, akta, ijazah, surat tanah, dan surat kendaraan.
- Air minum dan makanan tahan lama, kotak P3K, serta obat pribadi.
- Senter atau headlamp, peluit, radio, serta ponsel dan power bank.
- Pakaian ganti dan perlengkapan mandi.
- Daftar nomor darurat dan nomor keluarga yang ditulis di kertas, bukan hanya disimpan di ponsel.
Cara bersiap menghadapi bencana
Cek risiko di lokasi Anda
Buka InaRISK BNPB di inarisk.bnpb.go.id, cari alamat rumah, sekolah, atau tempat kerja, lalu nyalakan lapisan bahaya seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, dan kebakaran hutan dan lahan. Dari situ Anda tahu bencana mana yang paling perlu disiapkan.
Pasang Info BMKG dan pantau peringatan dini
Unduh aplikasi resmi Info BMKG (gratis di Google Play dan App Store) atau buka bmkg.go.id. BMKG menerbitkan peringatan dini cuaca untuk 0–6 jam ke depan, peringatan dini curah hujan tinggi per dasarian (sepuluh hari) sampai tingkat kabupaten/kota, serta informasi gempa bumi dan tsunami.
Pantau status gunung api bila tinggal di dekatnya
Buka MAGMA Indonesia (magma.esdm.go.id) yang dikelola PVMBG, Badan Geologi, Kementerian ESDM. Lihat tingkat aktivitas gunung terdekat dan baca bagian Rekomendasi pada laporan terbarunya: di situ tertulis radius atau sektor yang tidak boleh dimasuki. Unduh juga peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) gunung tersebut.
Siapkan tas siaga bencana
Isi tas tahan air dengan dokumen penting, P3K dan obat, makanan dan minuman tahan lama, alat penerangan, peluit, perlengkapan mandi, ponsel dan power bank, serta pakaian ganti. Simpan di dekat pintu keluar dan periksa isinya secara berkala, terutama makanan dan obat yang punya tanggal kedaluwarsa.
Buat rencana keluarga
Sepakati titik kumpul, jalur evakuasi, dan siapa yang menjemput anak, lansia, atau anggota keluarga dengan disabilitas. Pahami arti sirene dan tanda peringatan di lingkungan Anda, catat nomor keluarga di luar kota, dan ikuti simulasi bencana bila diadakan RT, sekolah, atau BPBD.
Simpan dokumen secara digital
Aktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan simpan file PDF dokumen kependudukan bertanda tangan elektronik (TTE) dari Dukcapil. Bila dokumen asli hilang atau rusak, salinan digital memudahkan pengurusan ulang. Jangan mengirim foto KTP-el atau KK kepada pihak yang tidak jelas.
Biaya layanan dan nomor darurat
Gratis. InaRISK, MAGMA Indonesia, dan aplikasi Info BMKG dapat dipakai tanpa biaya, dan panggilan ke nomor pelayanan darurat 110, 112, 113, 115, dan 119 tidak berbayar menurut Permenkominfo 14/2018. Biaya yang perlu Anda siapkan hanya untuk isi tas siaga bencana.
| Status | Arti menurut MAGMA Indonesia | Yang perlu dilakukan warga |
|---|---|---|
| Level I (Normal) | Pengamatan visual dan instrumental berfluktuasi, tetapi tidak menunjukkan peningkatan aktivitas yang berarti. | Beraktivitas seperti biasa, tetap patuhi larangan di sekitar kawah bila ada, dan pantau MAGMA. |
| Level II (Waspada) | Pengamatan mulai menunjukkan peningkatan aktivitas; pada beberapa gunung api dapat terjadi erupsi. | Jangan masuk radius atau sektor larangan dalam rekomendasi PVMBG, dan pelajari jalur evakuasi. |
| Level III (Siaga) | Peningkatan aktivitas semakin nyata atau gunung api mengalami erupsi. | Patuhi radius larangan, siapkan tas siaga, dan ikuti arahan BPBD untuk bersiap mengungsi. |
| Level IV (Awas) | Tingkat tertinggi: peningkatan aktivitas semakin nyata atau gunung api mengalami erupsi. | Wilayah yang terancam direkomendasikan dikosongkan (BNPB); segera mengungsi bila diperintahkan. |
Layanan 112 diselenggarakan pemerintah kabupaten/kota (Permenkominfo 10/2016), sehingga belum tentu aktif di daerah Anda. Simpan juga nomor layanan langsung: 110 polisi, 113 pemadam kebakaran, 115 Basarnas, 117 BNPB, dan 119 kegawatdaruratan medis.
Status gunung api dan rekomendasi PVMBG
PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) di bawah Badan Geologi, Kementerian ESDM, memantau gunung api dan menetapkan tingkat aktivitasnya: Level I Normal, Level II Waspada, Level III Siaga, dan Level IV Awas. Daftar terbaru dan laporan tiap gunung ada di MAGMA Indonesia, diperbarui beberapa kali sehari.
Status saja tidak cukup. Setiap laporan memuat Rekomendasi, misalnya larangan memasuki radius beberapa kilometer dari kawah atau sektor tertentu tempat aliran lava dan awan panas mungkin turun. Radius itu bisa berubah, dan sering berbeda untuk warga, wisatawan, dan pendaki. Laporan juga mencantumkan nomor pos pengamatan gunung yang bisa dihubungi.
Saat terjadi hujan abu, BNPB menganjurkan memakai masker atau kain penutup hidung dan mulut, baju lengan panjang, celana panjang, dan topi, serta tidak memakai lensa kontak. Setelah letusan, jauhi wilayah hujan abu, hindari mengemudi di jalan berabu, dan bersihkan atap dari timbunan abu karena beratnya bisa merobohkan atap. Saat hujan, waspadai banjir lahar di lembah dan aliran sungai yang berhulu di gunung.
Peringatan dini BMKG: cuaca, hujan lebat, gempa, dan tsunami
BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) menerbitkan beberapa jenis peringatan. Peringatan dini cuaca adalah nowcasting untuk 0–6 jam ke depan tentang hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Peringatan dini curah hujan tinggi dibuat per dasarian (sepuluh hari) dan menyebut kabupaten/kota yang berstatus Waspada, Siaga, atau Awas.
Nama Waspada, Siaga, dan Awas pada peringatan hujan BMKG adalah skala yang berbeda dari status gunung api. Untuk keduanya, makin tinggi tingkatnya, makin besar ancamannya. Saat kabupaten/kota Anda berstatus Siaga atau Awas hujan tinggi, waspadai banjir dan longsor, terutama bila Anda tinggal di bantaran sungai atau di bawah tebing.
Informasi gempa bumi dan tsunami diterbitkan BMKG melalui InaTEWS (inatews.bmkg.go.id), situs BMKG, dan aplikasi Info BMKG. Aplikasi ini dibuat BMKG dan dapat diunduh gratis. Contact center BMKG adalah (021) 196.
Saat gempa bumi dan ancaman tsunami
Menurut BMKG, saat gempa di dalam bangunan, lindungi kepala dan badan dari reruntuhan, misalnya dengan berlindung di bawah meja, dan berlari keluar bila masih memungkinkan. Di luar bangunan, jauhi gedung, tiang listrik, dan pohon, serta perhatikan retakan tanah. Bila sedang mengemudi, keluar, turun, dan menjauh dari mobil. Di daerah pegunungan, hindari lereng yang mungkin longsor.
Setelah guncangan berhenti, keluar dari bangunan dengan tertib dan gunakan tangga biasa, bukan lift atau eskalator. Periksa korban luka, kebakaran, kebocoran gas, dan korsleting listrik. Jangan masuk lagi ke bangunan yang rusak karena gempa susulan masih mungkin terjadi, dan jangan mudah percaya kabar yang tidak jelas sumbernya.
Bila Anda di pantai dan merasakan gempa kuat, segera menjauh dari pantai ke tempat tinggi; BNPB menyebut tanda lain berupa air laut yang tiba-tiba surut. BMKG mengajarkan rumus evakuasi mandiri 20-20-20: guncangan lebih dari 20 detik adalah tanda bahaya, perkiraan waktu emas sekitar 20 menit sebelum tsunami lokal tiba, dan tujuan evakuasi minimal 20 meter di atas permukaan laut. Di sebagian pantai tsunami bisa datang lebih cepat, jadi jangan menunggu sirene. Gelombang bisa datang berulang; jangan turun ke daerah rendah sampai ada informasi resmi bahwa keadaan aman.
Saat banjir dan tanah longsor
Buku saku BNPB menganjurkan mengungsi ke daerah aman atau posko sedini mungkin, selagi genangan masih bisa dilewati. Matikan aliran listrik di rumah (atau minta PLN mematikannya), pindahkan barang berharga ke tempat tinggi, dan jangan berjalan di dekat saluran air agar tidak terseret arus. Jika air terus naik, hubungi kantor desa/kelurahan, kecamatan, atau BPBD.
Kenali tanda awal longsor menurut BNPB: retakan tegak pada tebing, air tanah yang tiba-tiba muncul, air sumur di dekat tebing menjadi keruh, dan batu-batu kecil yang mulai berjatuhan. Daerah yang pernah longsor, tebing gundul, dan jalur aliran air hujan lebih rawan, terutama saat hujan lebat berhari-hari.
Setelah banjir surut, bersihkan rumah dengan antiseptik dan pastikan ada air bersih untuk mencegah diare. Waspadai juga leptospirosis dari air banjir dan lumpur: pakai sepatu karet dan sarung tangan saat bersih-bersih, dan segera periksa ke fasilitas kesehatan bila demam setelah terkena air banjir.
Tas siaga, dokumen, dan nomor darurat
Tas siaga bencana adalah tas tahan air berisi kebutuhan dasar untuk bertahan sampai bantuan datang dan memudahkan evakuasi. BPBD DIY, merujuk buku saku BNPB, menyebut delapan isi utama: dokumen penting, P3K dan obat-obatan, makanan ringan dan minuman tahan lama, alat penerangan, peluit, perlengkapan mandi, alat komunikasi, dan pakaian ganti.
Simpan dokumen asli di map kedap air dan buat salinannya. Dokumen kependudukan bertanda tangan elektronik dari Dukcapil dapat dikirim sebagai file PDF dan dicetak sendiri, dan IKD menyimpan identitas di ponsel. Salinan digital tidak menggantikan kehati-hatian: jangan membagikan NIK atau foto dokumen ke pihak yang tidak jelas.
Nomor darurat: 112 (nomor tunggal, bila sudah aktif di daerah Anda), 110 polisi, 113 pemadam kebakaran, 115 Basarnas, 117 BNPB, dan 119 kegawatdaruratan medis. Panggilan ke nomor pelayanan darurat tidak berbayar menurut Permenkominfo 14/2018.
Hal yang sering terlewat
- Menunggu sirene atau perintah resmi padahal guncangan gempa kuat terasa di pantai. BMKG menganjurkan evakuasi mandiri ke tempat tinggi.
- Masuk radius larangan gunung api untuk menonton, berfoto, atau mendaki.
- Mempercayai kabar berantai tentang erupsi atau tsunami tanpa mengecek MAGMA, BMKG, atau BPBD.
- Menyimpan semua dokumen asli di satu tempat yang mudah terendam tanpa salinan kertas atau digital.
- Menyamakan status Waspada, Siaga, dan Awas pada peringatan hujan BMKG dengan status gunung api; keduanya skala yang berbeda.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa arti status Siaga (Level III) gunung api?
Siaga berarti peningkatan aktivitas gunung api semakin nyata atau gunung sedang erupsi. Patuhi radius atau sektor larangan dalam rekomendasi PVMBG di MAGMA Indonesia, siapkan tas siaga, dan ikuti arahan BPBD bila diminta bersiap mengungsi.
Apakah status Waspada berarti harus mengungsi?
Tidak otomatis. Pada Level II Waspada, aktivitas mulai meningkat dan pada beberapa gunung dapat terjadi erupsi, jadi yang wajib adalah mematuhi radius larangan dalam rekomendasi PVMBG. Pengungsian dilakukan bila diperintahkan BPBD atau pemerintah daerah.
Di mana melihat status gunung api terbaru?
Di MAGMA Indonesia (magma.esdm.go.id), menu Tingkat Aktivitas. Buka laporan gunung yang Anda cari dan baca bagian Rekomendasi untuk radius larangan dan nomor pos pengamatan.
Apa saja isi tas siaga bencana?
Menurut buku saku BNPB yang dirujuk BPBD DIY: dokumen penting, P3K dan obat-obatan, makanan dan minuman tahan lama, alat penerangan, peluit, perlengkapan mandi, ponsel dan power bank, serta pakaian ganti, semuanya dalam tas tahan air.
Apa yang harus dilakukan saat gempa di dalam rumah?
Lindungi kepala dan badan dari reruntuhan, misalnya berlindung di bawah meja, dan keluar bila masih memungkinkan. Setelah guncangan berhenti, keluar dengan tertib lewat tangga, bukan lift, lalu periksa kebakaran, kebocoran gas, dan korsleting.
Kapan harus lari ke tempat tinggi karena tsunami?
Segera, bila Anda di pantai dan merasakan guncangan kuat atau lama (BMKG: lebih dari 20 detik) atau melihat air laut tiba-tiba surut. Tuju tempat minimal 20 meter di atas permukaan laut dan jangan menunggu sirene.
Bagaimana mengecek risiko banjir atau longsor di alamat saya?
Gunakan InaRISK BNPB di inarisk.bnpb.go.id. Cari lokasi Anda, lalu pilih lapisan bahaya banjir, banjir bandang, atau tanah longsor. Untuk jalur evakuasi dan titik kumpul setempat, tanyakan ke BPBD atau kantor desa/kelurahan.
Nomor darurat apa yang bisa dihubungi saat bencana?
Hubungi 112 bila sudah aktif di daerah Anda, atau langsung 110 polisi, 113 pemadam kebakaran, 115 Basarnas, 117 BNPB, dan 119 kegawatdaruratan medis. Panggilan ke nomor pelayanan darurat tidak berbayar.
Sumber dan pemeriksaan
Panduan disusun berdasarkan sumber berikut. Pemeriksaan isi panduan: . Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan editorial terhadap informasi publik, bukan peninjauan oleh petugas instansi atau penasihat profesional. Ditinjau oleh Kaiser Khan, penerbit Panduan Warga.
- MAGMA Indonesia (PVMBG, Kementerian ESDM): tingkat aktivitas gunung api magma.esdm.go.id · Diakses 14 Oktober 2026
- MAGMA Indonesia: peta Kawasan Rawan Bencana magma.esdm.go.id · Diakses 14 Oktober 2026
- InaRISK BNPB: peta bahaya dan risiko bencana inarisk.bnpb.go.id · Diakses 14 Oktober 2026
- BMKG: peringatan dini cuaca (nowcasting) www.bmkg.go.id · Diakses 14 Oktober 2026
- BMKG: peringatan dini curah hujan tinggi dasarian www.bmkg.go.id · Diakses 14 Oktober 2026
- BMKG: antisipasi gempa bumi www.bmkg.go.id · Diakses 14 Oktober 2026
- BMKG: rumus evakuasi mandiri 20-20-20 (25 Juni 2026) www.bmkg.go.id · Diakses 14 Oktober 2026
- BMKG: aplikasi Info BMKG dapat diunduh gratis www.bmkg.go.id · Diakses 14 Oktober 2026
- BMKG InaTEWS inatews.bmkg.go.id · Diakses 14 Oktober 2026
- BNPB: buku saku Tanggap, Tangkas, Tangguh Menghadapi Bencana www.bnpb.go.id · Diakses 14 Oktober 2026
- BPBD DIY: tas siaga bencana (buku saku BNPB) bpbd.jogjaprov.go.id · Diakses 14 Oktober 2026
- BNPB: Pusdalops 24 jam, Call Center 117 www.bnpb.go.id · Diakses 14 Oktober 2026
- Permenkominfo 14/2018: nomor pelayanan darurat tidak berbayar (JDIH BPK) peraturan.bpk.go.id · Diakses 14 Oktober 2026
- Permenkominfo 10/2016: layanan nomor tunggal panggilan darurat (JDIH Komdigi) jdih.komdigi.go.id · Diakses 14 Oktober 2026
- Dukcapil: dokumen kependudukan dalam file PDF dukcapil.kemendagri.go.id · Diakses 14 Oktober 2026
Ketentuan instansi terbaru berlaku bila ada perbedaan. Metode editorial · Laporkan koreksi · Versi Markdown